Senin, 10 Oktober 2016

RESUME PERTEMUAN KE-7 KIMIA ORGANIK

  RESUME PERTEMUAN KE-7
STEREOKIMIA
  A. Konfigurasi mutlak dan relative

Konfigurasi dibedakan menjadi dua, yaitu konfigurasi relatif dan konfigurasi absolut. Konfigurasi Senyawa organik Konfigurasi reLatif senyawa organik Konfigurasi ini dikatakan relatif karena cara penentuannya didasarkan atas perbandingan dengan senyawa pembanding. Senyawa pembanding untuk golongan karbohidrat (sakarida) adalah D-gliseraldehida (dengan gugus OH di sebelah kanan) dan L-gliseraldehida (dengan gugus OH di sebelah kin). Untuk golongan asam amino, senyawa pembandingnya adalah D-alanina (dengan NH2 di sebelah kanan) dan L-alanina (dengan NH2 di sebelah kin). D singkatan dan dextro, dan bahasa Latin dexter yang artinya kanan, dan L singkatan dan levo, dan bahasa Latin laevus yang artinya kiri. Pada umumnya, di alam banyak dijumpai asam amino dengan konfigunasi relatif L, sedangkan karbohidrat pada umumnya ditemukan dalam bentuk konfigurasi nelatif D. Konfigurasi absolut Konfigurasi D dan L secara terbatas hanya berlaku pada senyawa-senyawa dan golongan karbohidrat dan asam amino saja. Sementara itu, senyawa organik terdiri dan banyak golongan senyawa yang tidak saja mengandung gugus hidroksi (OH) dan gugus amino (NH2), tetapi juga gugus-gugus yang lain. Untuk mengatasi hal in tiga orang ahli kimia, yaitu Cahn (dari inggris), Ingold (dari Swiss), dan Prelog (Swiss) mengusulkan cara penentuan konfigurasi atom karbon stereogenik baru yang didasarkan atas aturan pronitas (priority rule) atau aturan urutan (sequence rule). Aturan tersebut mengatakan bahwa atom-atom utama dan keempat gugus yang terikat langsung dengan atom karbon pusat stereogenik diunutkan atau dipnionitaskan berdasarkan nomor atomnya. Atom yang terikat langsung dengan atom karbon stereogenik diberi pnioritas sebagai yang besar (large = L), berikutnya atom yang lebih rendah nomor atomnya daripada L diberi prioritas sebagai menengah (medium, M), dan atom yang lebih kecil dan M diprioritaskan sebagai kecil (small = S), sedangkan gugus/atom yang paling kecil diprioritaskan sebagai smallest, Sst. Apabila dalam penentuan pnionitas tersebut terdapat atom-atom utama yang mempunyai nomor atom yang sama, maka hams dilakukan penentuan prioritas terhadap atom kedua, dan berikutnya yang tenikat pada atom utama tersebut (misalnya OCH3 dengan OH; CH dengan C2H5 atau dengan C3H7; CHO dengan COOH atau dengan COOR atau dengan CONH2), sehingga dapat diperoleh urutan pnionitas: L (1) > M (2) > S(3)> Sst (4). Aturan tersebut juga memprioritaskan ikatan rangkap tiga > ikatan rangkap dua > ikatan tunggal > pasangan elektron bebas. Namun demikian, atom lebih diprioritaskan daripada ikatan rangkap tiga atau rangkap dua, misalnya C—O—C lebih dipnioritaskan daripada C=C atau C C. Selain itu, —CH2 di dalam cincin (lingkar), Iebih diprioritaskan danipada —CH2 atau —CH3 di luar cincin (lingkar) Orbital Atom dari Senyawa Organik Orbital atom dalam senyawa organik merupakan suatu daerah teoritik yang berada pada sekitar inti atom, yang kemungkinan ditemukannya elektron sangat besar. Orbital atom dalam senyawa organik menunjukkan atau menggambarkan sebuah awan dimana pada awan-awan tersebut, elektron – elektron dari tingkat energi mudah ditemukan di sekitar inti atom. Dalam kimi organik atau lebih spesifik dalam senyawa organik, kita dituntut untuk mengetahui hal – hal berikut : Orbital s : memiliki bentuk yang simetris di sekitar inti Orbital p : memiliki bentuk seperti halter dengan inti pada pusat Dengan mengecualikan tingkat energi pertama, yang hanya mengandung orbital s, setiap tingkat energi utama mempunyai satu orbital s dan tiga orbital p yang saling memebentuk sudut sebesar 90o. Dan berikut merupakan bentuk orbital dari orbital s,p,d dan f. Setiap orbital dapat menampung dua elektron. Dan dapat kita ingat bahwa urutan pengisian adalah seperti terlihat pada gambar berikut diisi dari energi terendah sampai energi yang paling tinggi. itulah sedikit uraian tentang konsep Orbital atom yang penting dalam senyawa organik


B.    Pemisahan campuran resemik


Campuran rasemik artinya suatu campuran yang mengandung sepasang enantiomer dalam jumlah yang sama. Sepasang enentiomer itu adalah enantiomer R dan enentiomer S. Dalam kebanyakan reaksi di laboratorium, seorang ahli kimia menggunakan bahan baku akiral ataupun rasemik dan memperoleh produk akiral dan rasemik. Oleh karena itu sering kiralitas (atau tiadanya kiralitas) pereaksi dan produk diabaikanDalam laboratorium pemisahan fisis suatu campuran rasemik menjadi enantiomer-enantiomer murni disebut resolusi (atau resolving) campuran rasemik itu. Pemisahan natrium amonium tartarat rasemik oleh Pasteur adalah suatu resolusi campuran tersebut. Enantiomer-enantiomer yang mengkristal secara terpisah merupakan gejala yang sangat jarang, jadi cara Pasteur tidak dapat dianggap sebagai suatu teknik yang umum. Karena sepasang enantiomer itu menunjukkan sifat-sifat fisika dan kimia yang sama, maka tidak dapat dipisahkan dengan cara kimia atau fisika biasa. Sebagai gantinya, ahli kimia terpaksa mengandalkan reagensia kiral atau katalis kiral (yang hampir selalu berasal dari dalam organisme hidup). Suatu cara untuk memisahkan campuran rasemik atau sekurangnya mengisolasi enantiomer murni adalah mengolah campuran itu dengan suatu mikroorganisme yang hanya akan mencerna salah satu dari enantiomer itu. Misalnya (R)- nikotina murni dapat diperoleh dari (R)(S)- nikotina dengan menginkubasi campuram rasemik itu dengan bakteri Pseudomonas Putida yang mengoksidasi (S)- nikotina tetapi tidak (R)-enantiomer.

8 komentar:

  1. saya hanya ingin menambahkan dari sumber yang saya baca yaitu Dua prinsip dasar isomer optik yaitu:
    1. Sepasang enantiomer memiliki sifat-sifat fisika (titik didih, kelarutan, dan lain-lain) yang sama tetapi berbeda dalam arah rotasi polarimeter dan interaksi dengan zat kiral lainnya.
    2. Sepasang diastereoisomer memiliki sifat-sifat fisika dan sudut rotasi polarimeter yang berbeda satu sama lain. Bahkan sering dalam bereaksi mengambil cara yang berlainan. Artinya kita bisa memisahkan campuran dua diastereoisomer dengan cara-cara fisika (destilasi, kristalisasi, dan lain-lain). Akan tetapi tidak bisa memisahkan campuran dua enantiomer dengan cara-cara fisika, karena sepasang enantiomer memiliki properti fisika yang sama. Kesimpulannya, kita dapat dengan mudah memisahkan campuran dua diastereoisomer, tapi akan kesulitan memisahkan campuran dua enantiomer.

    BalasHapus
    Balasan
    1. terima kasih saudari siti mardhiyah, sudah melengkapi blog saya

      Hapus
  2. nama soni afriansyah nim rsa1c115003 mau bertanya coba jelaskan hubungan kiralitas dengan campuran resemik?

    BalasHapus
    Balasan
    1. jawaban anda sudah dijawab oleh saudari miranda, dan saya sependapat dengan saudari miranda

      Hapus
  3. assalamualaikum. saya ingin memberikan saran pada konfigurasi mutlak dan reatif seharusnya dipisahkan antara konfigurasi mutlak dan konfigurasi relatif agar pembaca lebih mudah memahami dan diberikan keterangan gambar

    BalasHapus
  4. assalamualaikum wr.wb saya ingin mencoba menjawab pertanyaan dari saudara soni afriansyah mengenai hubungan kiralitas dengan campuran resemik yaitu sepasang enantiomer itu menunjukkan sifat-sifat fisika dan kimia yang sama, maka tidak dapat dipisahkan dengan cara kimia atau fisika biasa. Sebagai gantinya, ahli kimia terpaksa mengandalkan reagensia kiral atau katalis kiral (yang hampir selalu berasal dari dalam organisme hidup). Suatu cara untuk memisahkan campuran rasemik atau sekurangnya mengisolasi enantiomer murni adalah mengolah campuran itu dengan suatu mikroorganisme yang hanya akan mencerna salah satu dari enantiomer itu. Misalnya (R)- nikotina murni dapat diperoleh dari (R)(S)- nikotina dengan menginkubasi campuram rasemik itu dengan bakteri Pseudomonas Putida yang mengoksidasi (S)- nikotina tetapi tidak (R)-enantiomer. jadi dapat disimpulkan bahwa kiralitas sangat berkaitan dengan campuran resemik karena enantiomer-enantimomer dari campuran resemik memiliki sifat fisika dan kimia yang sama sehingga sulit untuk dipisahkan,hal itulah yang menyebabkan reagensia kiral dibutuhkan dalam memisahkan campuran resemik ini seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, terimakasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. terima kasih saudari miranda jawaban anda sangat membantu

      Hapus